Laman

Selasa, 03 Maret 2015

Untitled.

  Cerita ini hanya Fiktif belaka bila ada kesamaan tokoh,tempat dan lain lain itu hanya kebetulan semata.
(Eits gak lah,ini bukan karangan fiktif tapi ini cerita nyata,saksinya juga ada,wkwk)

Maaf ceritanya emang kayak begini dan emang kayak begitu



  Pada hari rabu tanggal 4 februari 2015 (kalo gak salah),kami semua di pulangkan cepat karna guru mempunyai acara (kayaknya sih).Gue dan 5 orang temen yang lain memutuskan untuk nonton film yang kemarin dibeli soalnya daripada gabut dirumah.
"Eh nonton yuk,masih jam 10 nih" ucap arifa ke 2 orang temen yang lain,"gak,gak gue kerja kelompok" ujar adinda cepat "Udah elah nonton aja,kerkelnya bisa besok kan tugasnya dikumpulin hari jumat" ucap arifa menghasut (wkwk).
"ayok ayok" ucap dyah yang dari tadi gak bersuara
"ishh dyah kita kan kerkel gimana si lu" ucap dinda dengan nada bicaranya yang mulai kesel
"besok ae elah din"
"hahaha,yeyeye.Aviva mana?"
aviva dan xaviera datang dari arah pintu karna tadi dia abis dari TU
"eh pipah,kan hari ini pulang cepet.Nonton yuk" ucap arifa memberitahu "emang iya apa?ayok ayok dimana?"ucap aviva mengebu gebu.
"Gue ikuttt..." Ucap dela bersemangat
"dih?tumben banget lu ikut?" Dinda bingung karna biasanya dela ikut nonton karna alasan ini itu lalala. "Gue tau kenapa dia mau ikut,soalnya kalo tar kita cerita tentang ini film dia biar gak ketinggalan.Hahaha" kami ber 5 tertawa,dela yang mendengar hal itu hanya senyum senyum.
"mau nonton dimana?" padahal dari tadi mereka ngomongin tentang nonton tapi ada satu yang mereka lupa,tempat nonton.
"dirumah gue aja yok" Dyah mulai mengusulkan dan kami mengiyakan itu

  sudah 30 menit kami berjalan ke rumah dyah tapi tak kunjung sampai.Diperjalanan tiba tiba kami bertemu seorang anak kecil (paling umur 9 tahun) yang menderita penyakit kurang waras,tiba tiba dia dateng dan merentangkan tangannya (kayak mau meluk).
"ihh..din lu tau kan yang gue ceritain itu?" ujar dyah
"tau tau yang namanya alip alip itu kan?gak usah lu ceritain lagi yah.tadi tangan odha dipegang" ujar adinda
"iya tangan gue dipegang tau,gue kira tadi siapa"
"eh eh ada alip cepetan masuk"ujar dyah mengkagetkan dan dyah langsung berlari kedalam diikuti dengan kita ber 4 kecuali dinda yang masih diluar
"Dinda cepetan masuk" ucap dyah histeris
"tar dulu minum dulu.Haus,emang kenapa sih?" Ucap dinda dengan gerakan slowmotion
alip sudah ada didekat rumah dyah tapi dinda masih diluar
"lama nih ah" ucap arifa sambil menarik kepala dinda kedalam.Dyah buru buru mengunci pintu dan melihat ke jendela.
"ehh itu sepatu siapa tuh?" ucap dyah mulai panik
"itu sepatu gueee" ucap arifa histeris
"hah serius?" dyah meyakinkan
"iya itu sepatau gue,entar gue gimana pulangnya" ucap arifa mulai panik
Dyah segera membuka pintunya dan keluar diikuti dinda
"siniin sepatunya,balikin!" ucap dinda mengertak alip
"balikin gak " ucap dyah ke alip,akhirnya terjadi aksi kejar kejaran antara arifa,dyah,dinda,odha dan alip.
"eh belok belok" ucap dyah setengah berteriak
Arifa dan odha masih berlari mengejar alip sampai di pinggiran empang.
"Siniin sepatunya" ucap arifa sambil menyodorkan tangannya
"nih" tadinya arifa pikir sepatunya bakal dibalikin eh gak taunya malah dilempar (kan songong) yang lebih bikin lega lagi untung nya itu sepatu gak nyebur ke empang.
arifa dan odha malah dilempar batu oleh alip dan arifa dan odha berlari menghampiri dyah dan dinda.
"sepatu gue dilempar" ucap arifa pasrah
"dilempar?nyebur ke empang?" ucap dyah panik
"gak kok tapi rada kesanaan"ucap arifa sedikit menenangkan
"yaudah yuk ambil,lewat sono aja deh ngambilnya" ucap dyah sembari berjalan
Setelah melewati jalan yang bergang,akhirnya kami berempat sampai di lapangan yang terdapat 2 sapi disana
"ada sapi lagi,gue takut di seruduk nih" ucap dyah ketakutan
"udah elah diiket ini" ucap dinda meyakinkan
Odha dan dyah segera berlari kesana dan mengambil sepatu arifa.Setelah mendapatkan sepatu arifa kami langsung pulang kerumah dyah dengan lesu (capek ngejar ngejar).
"gilak capek gue" ujar dyah sembari duduk
"emang lu kemana?" ucap dela yang tadi tidak ikut kejar kejaran
"jauh deh" ucap arifa malas
"terus terus?" ucap dela mulai kepo "Kejar kejaran kek polisi ama maling" ucap arifa sekenanya
  Setelah kejadian itu kami langsung menonton kaset yang kemarin dibeli,sesuai rencana awal.
Setelah menonton film beberapa dari kami sholat dzuhur dan yang lainnya memasak mie untuk kami makan.Sekitar pukul setengah 3 kami memutuskan pulang,arifa dan dela diantar oleh dyah ke cilodong menggunakan motor.
"Lu berdua tunggu disini,gue balik dulu" ucap dyah kepada arifa dan dela
"iya,makasih dyah" ucap arifa
Dyah mengangguk dan segera pergi kerumahnya,arifa dan dela menunggu aviva lama.
"gue rasa aviva lewat cilangkap"
"mungkin"
10 menit kemudian aviva,dinda dan odha datang dari sebrang
"Tuhkan bener del"
arifa dan dela menyebrang jalan dan menghampiri aviva dkk.
"Jangan pernah batin tentang aviva lagi rip" ucap dela menahan tawa
"haha,oke oke" ucap arifa yang tertawa.

         -TAMAT-







Tidak ada komentar:

Posting Komentar